Jumat, 20 Maret 2009


Saling isilah cawan minuman kalian
Namun jangan meminum dari satu cawan saja
Berbagilah roti, tapi jangan memakan dari kerat yang sama
Bernyanyi dan menarilah bersama dalam kegembiraan
Tapi ijinkan masing-masing dalam kesendirian
Sebab dawai-dawai harpa pun sendiri
Saat menggetarkan senandung yang sama

Gibran tampaknya mengerti, menikah bukanlah saling menguasakan: Berikanlah hati kalian, namun jangan saling menguasakan. Menikah adalah lebih pada memberi, dan bukan sekadar berbagi.

Selalu ada luka di dalam tiap percintaan, juga dusta, dan kejujuran yang disimpan. Dan kerena itulah, percintaan selalu memiliki gairah penaklukan, ketika belum ada yang dikuasakan. Tampaknya, pernikahan harus juga dibayangkan seperti percintaan, sebelum ijab, ketika aku dan engkau tak harus menjadi kita. Hanya dengan begitu, pernikahan, rumah tangga, tak lagi diisi rintihan.

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP