RUMAH TANGGA DI DIRIKAN ATAS KEJUJURAN

Itulah efek-efek dari sebuah ketidakjujuran, keadaan bangsa saja menjadi carut marut, apalagi hanya sebuah rumah tangga, yang kecil dan lemah ini. Ketidakjujuran tentu saja akan membuat bangunan sebuah rumah tangga menjadi mudah keropos dan mudah goyah. Bagaimana tidak jika ketidakjujuran saja pasti akan menimbulkan kesalahpahaman dan kekurangpahaman terhadap sesuatu yang terjadi. Belum nantinya jika ketidakjujuran telah menjadi kemunafikan dan pengkianatan, tentu saja sulit rasanya rumah tangga yang sudah berdiri kokoh itu bisa tidak goyah karenanya. Dan tentu saja akan banyak efek yang akan ditimbulkannya akibatnya. Dan tentu saja efek tersebut akan tidak menguntungkan kelangsungan rumah tangga tersebut.
Namun harus diketahui pula bahwa untuk menegakkan ketidakjujuran itu, haruslah dengan hati yang dingin dan penuh kebijaksanaan. Menegakkan kejujuran itu haruslah diimbangi dengan kasih sayang yang sejati. Menegakkan kejujuran itu haruslah dilandasi dengan rasa kasih dan mengasihi. Menegakkan kejujuran itu haruslah tidak dengan amarah diri yang tiada arti. Menegakkan kejujuran itu haruslah tidak dengan tindakan yang asal menuduh tanpa rasa kasih. Karena menegakkan kejujuran itu harus dengan nurani dan diperlukan pemahaman yang tinggi.
Kita harus bisa memahami bahwa ketidakjujuran sudah berkeliaran kemanapun kita akan pergi. Untuk itu, bisa jadi, semua orang tak menyadari bahwa ketidakjujuran itu akan membawanya kepada hidup yang tiada arti.
Inilah yang kami kawatirkan terjadi pada suami anda. Suami anda serasa tidak menyadari bahwa kejujuran itu menjadi sangat berarti, ketika rumah tangga ini harus tegak dan berdiri. Mungkin bisa jadi, akibat diluar sudah banyak ketidakjujuran maka tanpa terasa, ketakjujuran itu terbawa juga sampai di rumah anda. Andapun menjadi kelimpungan dibuatnya. Namun bisa jadi, suami anda tidak merasakan ini semua. Bisa jadi suami anda hanya mereasakan masalah yang lainnya. Masalah yang sangat mungkin tidak berhubungan dengan sebuah kejujuran. Namun masalah yang tidak sadar di sebabkan oleh ketidakjujuran itu sendiri. Sehingga keadaan ini menjadikan sangat mudah memunculkan kesalahpahaman-kesalahpahaman yang bisa memancing masalah tersendiri.
Kemudian kesalahpahaman demi kesalahpahaman, tidak menutup kemungkinan merembet kepada masalah-masalah lainnya. Entahlah, banyak hal yang bisa mengakibatkan masalah seakan bisa merembet kemana-mana, entah menjadi pemborosanlah, melakukan sesutu yang tak bergunalah, menjadi memunculkan kecurigaan-kecurigaan yang lainlah, dan masih banyak masalah-masalah lain yang bisa dimunculkan akibat kesalahpahaman-kesalahpahaman yang tak segera di selesaikan. Maka, kalau sudah begini adanya, tentu saja rumah tangga ini akan mudah mengalami goncangan dan pertentangan, padahal semua terjadi hanya gara-gara kesalahpahaman belaka. Kesalahpahaman-kesalahpahaman yang kalau dicari ujung pangkalnya, tak lain dan tak bukan hanyalah berawal dari ketidakjujuran yang telah terjadi selama ini.
Maka tidak ada cara lain yang bisa untuk menegakkan bangunan rumah tangga ini, keculi ada usaha menegakkan kembali sebuah ketidakjujuran yang telah terjadi. Menegakkan sebuah kejujuran itupun tidak bisa dilakukan dengan semena-mena dan penuh emosi. Sebab itu semua menjadi tidak akan membawa arti. Sebab tidak ada jalan lain pula untuk menegakkan kejujuran dalam sebuah rumah tangga, kecuali dengan sikap yang dingin, penuh pemahaman, penuh rasa kasih yang dalam, penuh kebijakan nurani, saling memberi dan bukan hanya untuk mencari menangnya sendiri dan benarnya sendiri.
